Aku menyerah dan terbawa emosi.. Seakan tuhan tidak sayang padaku..
Orang orang disekitarku selalu mempersulit hidupku..
Di perantauan aku aku merasa sendiri.. Diperantauan orang orang terasa begitu jahat.. Ketika aku melihat kanan kiriborang yang tersenyum menyunggingkan bibirnya.. Dan aku tak mendapat bantuan siapapun.. Aku benar benar pasrah..
Tuhan inikah cobaan..pahitnya hidup di perantauan..
Bila aku pulang ke kampung halaman tidak ada yang bisa aku berikan kepada orangtua setelah aku merantau.. Hingga suatu hari status dan ekonomi seseorang dipertanyakan... Tidak ada jalan keluar..
Hanya kembali padaNya.. Bersujud dan mengadahkan kedua tangan dengan berdoa..
Tuhan jadikan kepahitan hiupku ini sebuah perjuangan menuju manisnya masa depanku..
Satu bait doa terpanjatkan.. Dan perlahan- lahan menemukan jalan keluar..
Mungkin orang orang di perantauan memang seperti itu.. Karena untuk memberikan kita kekuatan untuk menjalani kerasnya hidup ditanah rantau..
Tetap berbaik sangka..
Satu persatu tersenyum tulus dari bibirnya ketika aku mencoba seikhlas dan setulus mungkin menjalaninya.
Tetap berbaik sangka.. Ketika Tuhan memberikan kita kesulitan.. Suatu saat pasti akan temukan kebahagiaan..
Tuhan maha segalanya..
Kembali lagi aku bersujud syukur..
Setelah jungkir balik ditanah rantau.. Menghadapi berjuta hinaan.. Cacian makian dan celaan ..
Diujung jalan aku menemukan titik terang.
Doa doa satu persatu terkabul dan sujud syukur aku panjatkan padaMu..
Kini aku berdiri dengan prinsip di kalbuku.. Bersyukur dan berbaik sangka.. Tuhan memberikan lebih dari yang aku minta.dan aku panjatkan..
Terlebih lagi doa orangtua.. Semangat dan segalanya adalah kekuatan utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar